Mencoba bersuara.. meski lisan kadang terdiam menahan gemuruh kata tanpa nyawa.. tersimpan berjuta kalimat dalam untaian bait kerinduan.. dan untukmu wahai hati dan rasa... dengarlah... renungkanlah... dan semoga puisi indah kehidupan kan menjadikanmu sanggup memetik ibrah (pelajaran) dan hikmah 'tuk rangkai diri menjadi pribadi yang lebih baik.... insyaAllah..~

Kamis, 30 April 2009

JUARA SEJATI


Juara Sejati :
selalu tegap berdiri
selalu lakukan yang terbaik
andai suatu saat kalah
semangat tak pernah patah
pantang menyerah
istiqamah
mujahadah di jalan Allah
InsyaAllah...._

Terinspirasi dari salah satu lagu Idola Cilik 2 dengan sedikit penyesuaian, dari dasar hati jadi timbul pertanyaan 'tidak bisakah kita menjadi sang juara sejati?'. Memang secara normatif, kata 'juara' identik dengan hasil yang diperoleh dari suatu kompetisi atau suatu perlombaan dengan pihak lain. Ada kemenangan dan juga ada kekalahan untuk memperebutkan siapa yang lebih berhak dengan title 'yang terbaik'.

Namun bagaimana jika berkompetisi dengan diri sendiri. Seperti berlomba antara kebaikan dan keburukan diri. Perlombaan dan perlawanan antara sisi negatif dan positif yang ada pada diri kita. Kita ambil contoh :
Melawan kemarahan dengan 'kesabaran'..
Melawan keangkuhan dengan 'kasih sayang'..
Melawan kemalasan dengan 'segera berbuat'..
Melawan kesombongan dengan 'tawadhu'..
Melawan ketidakberdayaan dengan 'ikhtiar'..
Melawan kebodohan dengan 'belajar'
dst...dst...

Keterbatasan dan kelemahan yang ada pada manusia menjadikan diri tidak lepas dari ketidaksempurnaan, karena hanya Allah yang Maha Sempurna. Justru dengan ketidaksempurnaan itu membuktikan keMahaSempurnaanNya dalam setiap ciptaanNya.
Menyadari keterbatasan itu jadi timbul semangat untuk terus belajar dan berusaha secara terus menerus untuk memperbaiki diri. Moga nilai nilai positif menjadi pemenang dalam diri dan predikat sang 'juara sejati' bukan hanya jadi mimpi. Piala syurga dari Allah swt sudah menanti. InsyaAllah..

Tetap Semangat....!!
Allah selalu bersama kita....!!

Rabu, 22 April 2009

Seuntai doa seorang hamba yang resah


Yaa Allah..
Dengarkan keluh kesah hamba..
Hamba sangat meyakini keMahaanMu..
Yang Maha Kasih..
Maha Bijaksana..
Maha Peduli..
Maha Menjaga semua makhluk ciptaanMu..

Yaa Latiif..
Hamba mohon dengan keagungan namaMu..
Janganlah Kau jadikan keangkuhan bertahta dirapuhnya jiwa..
Janganlah Kau biarkan keraguan menguasai segala langkah..
Janganlah kesombongan dan kemarahan 'kan mendominasi perbuatan..
Janganlah hati Kau jadikan tenggelam dalam kedukaan..

Yaa Ghafuur..
Sungguh.. Hamba telah mendzolimi diri..
Dalam memandang..
Menilai..
Merasakan..
Memahami..
Dan mensikapi semua ini..
Ampuni kelabilan hamba..
Yang terkadang bahagia, senyum dan bersemangat..
Namun tak jarang sedih, menangis dan terluka..
Inikah dunia...?!!

Yaa Salaam..
Apakah ini bentuk kebingungan..?
Apakah ini suatu kebodohan..?
Apakah ini adalah kekecewaan..?
Hingga segalanya terjadi dalam ketidakberdayaan..

Beri hamba petunjuk..
Beri hamba perlindungan..
Beri hamba harapan..
Yang benar itu benar..
Yang salah itu salah..
Hingga terpatri menjadi keyakinan..
dan sanggup berdiri kokoh..
Menatap pasti kedepan..
Menjalani hidup..
Mengisi hari..
Dengan gagah..
Pantang menyerah..
'Tuk menggapai cintaMu..
'Tuk meraih ridhoMu....._

Jumat, 17 April 2009

KETELADANAN UMAR BIN ABDUL AZIZ RAHIMAHULLAH


Umar bin Abdul Azis dijuluki sebagai Khulafa' Ar-Rasyidin yang kelima. Nama lengkapnya adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Al-Hakam, Amirul MUkminin Abu Hafs Al Quraisy Al-Umawi r.a. Lahir tahun 60 H di Madinah, tahun dimana Mua'wiyah wafat atau satu tahun sebelumnya. Dia adalah salah seorang keturunan Umar bin Al-Khattab. Tidak sedikit ulama yang meyakini bahwa beliaulah MUJADDID kurun pertama yang dijanjikan oleh Rasulullah saw.

Setelah wafatnya khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Azis diangkat sebagai khalifah. Sesaat Umar berusaha menghindar dari memangku jabatan tersebut karena rasa takutNya pada Allah swt. Namun kaum muslimin dengan serempak berteriak : "Kami telah memilihmu wahai Amirul Mukminin. Kami mempercayakan kepadamu untuk mengendalikan segala urusan kami dengan penuh kerelaan dan kebahagiaan". Setelah suara kaum muslimin telah mereda dan dia melihat semuanya menerima dengan lapang dada, diapun memuji dan bersyukur kepada Allah swt serta menghaturkan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Setelah itu dia berkata :
"Saya berpesan kepada kalian semua untuk :
1. Bertaqwa pada Allah swt, sesungguhnya bertakwa kepadaNya dapat menjadi pendorong untuk melakukan segala sesuatu. Tidak ada perbuatan lain yang dapat menjadi pendorong terhadap perilaku seseorang selain bertakwa kepadaNya.
2. Bekerjalah untuk akhirat kalian. barang siapa yang bekerja untuk akhiratNya, maka Allah akan mencukupkan segala kebutuhan dunianya.
3. Perbaikilah hati kalian, maka Allah yang Maha Mulia akan memperbaiki niat kalian.
4. Banyaklah mengingat kematian dan persiapkan dengan baik segala bekalnya sebelum kematian menjemput kalian. barang siapa yang tidak mengingat kisah dari nenek moyangnya tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan Adam a.s, maka ketahuilah bahwa Adam a.s juga seorang ayah yang hidup untuk tenggelam dalam kematian.
5. Umat ini tidak berselisih dalam masalah Rabb mereka, Nabi dan kitabNya, tapi mereka berselisih karena memperebutkan dunia dan dirham. Karena itu DEMI ALLAH , saya tidak akan memberikan kepada seorangpun segala hal yang tidak berhak dia terima dan sayapun tidak menghalangi sesuatu yang memang sudah menjadi haknya.
Wahai manusia, barang siapa yang ta'at kepada Allah swt, maka dia wajib dita'ati dan barang siapa yang durhaka kepadaNya, maka tidak boleh seorangpun menta'atinya. TA'ATLAH KEPADAKU SELAMA SAYA TA'AT KEPADA ALLAH SWT. DAN JIKA SAYA DURHAKA KEPADA-NYA, MAKA KALIAN TIDAK BERHAK MENTA'ATIKU.."

Dirinya memiliki keistimewaan disibukkan untuk menegakkan keadilan, terkumpul sifat zuhud dan suci, wara' dan santun. Bagi rakyatnya, dia menjadi penentram dan pelindung. bagi para penentangnya, dia menjadi orang yang dapat dipercaya dan pemberi petunjuk. Dia adalah orang yang fasih berbicara,alim, pandai dan bijaksana. Masa kehidupannya setelah menjadi khalifah dimulai dengan mengembalikan semua hak kepada pemiliknya yang semula diambil dengan cara yang dzalim dan mengambil hak dari orang yang telah merampasnya. Dialah orang yang paling banyak melaksanakan sholat, shiyam dan orang yang paling takut akan siksaan Allah swt. Dia juga orang mempunyai otak yang cerdas dan pemahaman yang luas. Menjabat sebagai khalifah selama kurun waktu 29 bulan dan wafat dalam usia 39 tahun 6 bulan.

Semua bangsa menjadi mulia karena sejarah masa silam dan orang yang paling berhak meraih kemuliaan -dengan sejarah dan kisah para leluhurnya- adalah umat Islam. Kita adalah umat yang paling berhak mengangkat sejarah dan kisah mereka, orang-orang yang besar yang agung dan para pemimpin yang terhormat. Dan Umar bin Abdul Azis adalah seorang lelaki agung dan imam (kepala negara) yang menjadi teladan dalam hal keadilan, uswah dalam keikhlasan, qudwah dalam hal takutnya kepada Allah swt, contoh dalam hal kezuhudan, permisalan dalam hal kesungguhan mengejar akhirat.
Umar bin Abdul Azis rahimahullah telah meraih posisi mulia dalam sejarah Islam..

[sumber : Syaikh Usamah Na'im Musthafa/Kisah-kisah teladan Umar bin Abdul Aziz)

Selasa, 14 April 2009

MASALAH


Masalah?? Kita tidak bisa lepas darinya. Justru bersamanya kita hidup. Menjadi dinamis, tidak monoton. Heterogenitas alam dan pemikiran manusia menjadikan dunia penuh warna kaya dengan permasalahan. Dan tergantung manusianya, apakah masalah itu :
1. dihadapi dan diselesaikan dengan baik. atau
2. dihindari dan dibiarkan berlalu begitu saja, atau
3. diam saja, bingung dan tak tahu harus berbuat apa, atau
4. malah cuek-cuek saja seakan tidak terjadi apa-apa.

Kemampuan kita dalam menyelesaikan suatu permasalahan juga beragam.Marilah kita jujur menilai diri..Apakah kita termasuk menjadi Problem Solver atau malah menjadi a Destroyer? 'Problem solver' menjadikan masalah sebagai tantangan yang harus mendapatkan penyelesaian. Sedangkan 'a destroyer' malah ribut dengan masalah dan menjadikan masalah bertambah runyam seperti benang kusut yang sulit diurai dan sulit menemukan dimana ujung pangkalnya?? Ada dimanakah kita??

Namun ketika manusia dibekali dengan rasa percaya diri yang diimbangi dengan tingginya ilmu pengetahuan, kayanya pengalaman yang didukung harmonisnya keluarga & lingkungan bersahabat,masalah yang dihadapi seakan begitu mudah untuk dicarikan jalan keluar. Sementara jika berbanding terbalik, tidak ayal lagi, masalah seakan menjadi momok yang menakutkan..Bukan tidak mungkin,ketika sudah tidak sanggup lagi menghadapi masalah, yang ada adalah mencari PELARIAN. Entah itu kearah positif?? atau kearah negatif?

Lynda Field, ahli psikoterapi diri menulis tentang teori "mencari penyelesaian masalah di luar pribadi kita", karena kita merasa kehilangan daya/kekuasaan atas diri yang timbul karena :
1. Jatuhnya citra diri
2. Hilangnya kewaspadaan
3. Merasa tak tegas dan tak yakin
4. Melihat masa lalu sambil menyalahkan
5. Rasa hilang keseimbangan
6. Energi rendah
7. Merasa marah/ depresi
8. Melihat masa depan dengan takut.

Dan sebagai manusia beriman, kita punya Allah SWT.. Jangan pernah takut dengan masalah. Mungkin motto "Pegadaian" bisa dijadikan pegangan : "Mengatasi masalah tanpa masalah".. meskipun tidak mudah, namun jika itu diawali dan dilandasi dengan keikhlasan, ketulusan, kesabaran, ikhtiar berkelanjutan, doa dan tawakkal pada Allah, semoga adanya masalah akan menjadi ladang investasi bagi kita untuk berbuat lebih dan lebih baik lagi..

Pendapat berharga dari seorang teman mengenai masalah, justru kita harus bersyukur saat kita masih memiliki masalah. masalah akan membuat otak kita berpikir, hati merasakan, dan pengalaman bertambah. semakin berat suatu masalah akan membuat kita makin dewasa. bayangkan kalau hidup kita bebas dari masalah, kita akan merasa jenuh, bosan, tidak lagi berwarna.

Mari kita jadikan masalah sebagai sarana kita untuk :
1. lebih mendekat pada Allah..
2. menjadikan diri lebih bijaksana..
3. lebih dewasa..dan
4. lebih berwawasan..

KEEP SPIRIT...!!!!

MEMELIHARA DIRI DENGAN RASA MALU


Ungkapan “Malu adalah sebagian dari iman” bukanlah isapan jempol belaka. Karakteristik seorang mukmin haruslah memiliki sifat malu. Rasa malu karena :
- Lupa mensyukuri segala anugerah yang telah dilimpahkan Allah.
- Terlena menuruti segala kehendak hawa nafsu dalam mengejar kesemuan dan gemerlapnya kehidupan duniawi.
- Merasa bebas dari adzab Allah meskipun diri penuh bergelimang noda dan dosa.
- Ketika diri belum bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
- Belum mampu berbuat yang terbaik, menggunakan waktu yang ada hanya untuk kesia-siaan belaka.
- Dst.. dst…

Rasulullah saw bersabda ..
“Malulah kamu kepada Allah swt dengan sebenar-benar malu, dan malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu ialah bila kamu memelihara kepala dan anggota lain yang ada pada padanya dan memelihara perut beserta apa yang dikandungnya. Barang siapa yang ingat kepada kematian, niscaya ia akan meninggalkan gemerlapnya kehidupan duniawi”
[HR Ahmad dan Tirmidzi)

Abu Bakar as mengatakan : “Hai manusia, malulah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar malu. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya bila aku pergi ke tempat yang sepi untuk buang air besar, aku tutupkan kainku ke mukaku karena malu kepada Allah..”

DR. Aidh Abdullah AlQarni menggugah kita dalam tulisannya :
…jika kamu berada sendirian dalam kegelapan yang mencurigakan sedang hawa nafsu mendorongmu melakukan kedurhakaaan maka malulah kamu kepada penglihatan Tuhan dan katakanlah pada dirimu : “Sesungguhnya Tuhan yang menciptakan kegelapan melihatku”

Ar Rabi’ bin Khatsyam menangis hingga merasakan seakan-akan tulang-tulang iganya patah, lalu ia berkata :”Demi Allah, jika Dia menghendaki, semoga Dia tidak sampai meminta pertanggungjawabanku atas perbuatan keji yang pernah kulakukan, untuk selama-lamanya…”

Imam Bukhari mengatakan :”Aku tidak lagi melakukan suatu kedustaanpun dan tidak pula menggunjing seorang muslimpun sejak aku mengetahui bahwa menggunjing itu akan membinasakan pelakunya…”

Subhanallah.. Sepintas cermin dan sample dari sosok-sosok manusia yang hidup karena Allah, mati karena Allah dan pergi karena Allah..

Dan Astaghfirullah..Akankah saat ini sampai pada generasi yang tidak mengenal Allah. Makan dari nikmat Allah, menghirup udara karena Allah dan minum air Allah tetapi menentang dengan melakukan kedurhakaan padaNya.. Banyak musibah menimpa bangsa kita dan dunia. Sudahkah kita introspeksi diri, berbenah, memperbaiki kesalahan-kesalahan kita?? Sudahkah kita mohon ampun pada Allah swt..?? Dimanakah rasa malu kita padaNya??

Yaa Allah …
Tuntun kami dengan Rasa Sayang Mu yang Agung..
Bimbing kami dengan KelembutanMu yang penuh Kasih..
Ampuni kelalaian kami dengan AmpunanMu seluas langit dan bumi..
Bantu kami agar selalu memiliki dan memelihara rasa malu padaMu..
Semata-mata karenaMu..
Hingga rasa malu ini tercermin dan terpola..
Membentuk keindahan..
Kepribadian mukmin sejati..
Yang pandai mensyukuri segala karuniaMu..
Selalu bersabar dengan segala bentuk ujianMu..
Istiqamah..
Muhasabah..
Mujahadah di jalanMu..
Amien…..

KETIKA


Ketika diri diselimuti bahagia..
Bersyukurlah..
Tersenyumlah..
Dan berbagilah pada sesama..

Ketika hati sedang sedih..
Menangislah..
Jangan hapus air matamu..
Biarkan kelelahan 'kan melupakan segala duka..

Ketika diri tersanjung dengan segala puji puja..
Ingatlah itu semua tak berarti apa-apa..
Jangan biarkan kesombongan..
Merobek keindahan hatimu..

Ketika hati merasakan luka..
Ingatlah waktu yang 'kan menyembuhkannya..
Optimislah..
Meskipun itu tidak mudah..

Ketika jiwa raga lelah letih berusaha..
Istirahatlah..
Sejenak luangkan waktu..
'Tuk menyayangi diri sendiri..

Ketika jiwa tertekan putus asa..
Ketika cita-cita tak jua tercipta nyata..
Bersujudlah..
Biarkan Allah swt yang memberikan jalan keluarnya..

Ketika diri diperdaya oleh amarah..
Berwudhu'lah..
Ingatlah sabarmu lebih istimewa..
Jangan biarkan emosi tak terkendali..
Menjatuhkan keluhuran budimu..

Ketika hati terbersit rasa cemburu dan iri..
Berdzikirlah..
Agar kebeningan mata dan keceriaan wajah..
Serta kejernihan fikiranmu segera kembali..

Ketika jiwa tergerak berbuat hina nista..
Ingatlah..
bahwa Allah Maha Gagah Maha Perkasa..
Pasti Dia akan murka..

Ketika hati dibayangi dengan berjuta dosa..
Bentangkan sajadah..
Sholatlah..
Istighfarlah..
Tadarus AlQur'an..
Tafakurlah..
Moga ibrah hikmah dan hidayah..
Merubah diri menjadi pribadi yang lebih indah..

Ingatlah Wahai Hati....!!
Jagalah Allah..
Maka Allah Menjagamu......._
Bismillahir rahmanir rahiim.. Alhamdulillah puji syukur hanyalah milik Allah SWT, Dia dengan keMahaSempurnaan dalam setiap ciptaanNya telah memberikan akal, hati, rasa, raga, jiwa, ilmu, cinta, kasih sayang dan segala anugerah lainnya yang andaikan dihitung dan air laut dijadikan tinta untuk menulis semua karuniaNya PASTI nikmat Allah tak kan habis terlalu melimpah untuk kita..Sholawat dan salam semoga selalu tercurah untuk Rasulullah Khotimun Nabi Muhammad SAW, untuk keluarga, sahabat beserta para pengikutnya hingga akhir zaman..Mensyukuri segalanya mengisi hari demi hari dengan belajar memperbaiki setiap kekurangan dan keterbatasan diri dalam rangka beribadah mendekatkan diri pada Allah Pencipta Jagad Raya Alam Semesta untuk meraih kesuksesan hidup dunia akhirat..