Mencoba bersuara.. meski lisan kadang terdiam menahan gemuruh kata tanpa nyawa.. tersimpan berjuta kalimat dalam untaian bait kerinduan.. dan untukmu wahai hati dan rasa... dengarlah... renungkanlah... dan semoga puisi indah kehidupan kan menjadikanmu sanggup memetik ibrah (pelajaran) dan hikmah 'tuk rangkai diri menjadi pribadi yang lebih baik.... insyaAllah..~

Minggu, 10 Oktober 2010

SURAT CINTA UNTUK JIWA



surat cinta untuk jiwa..

Surat ini ku tujukan untuk diriku sendiri..
serta sahabat-sahabat tercintaku..
yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya..
karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya..
cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeda..
lebih bermakna dan indah..

Surat ini ku tujukan untuk hatiku..
dan hati sahabat-sahabat tercintaku..
yang kerap kali terisi oleh cinta selain dari-Nya..
yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia..
yang terkadang melakukan segalanya bukan karena-Nya..
lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang..
jika dilihat dan dipuji orang..
entah di mana keikhlasannya..
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan..
karena perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan..
padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil..
Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses..

Surat ini ku tujukan pula untuk jiwaku..
serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku..
yang mulai lelah menapak jalan-Nya..
ketika seringkali mengeluh, merasa dibebani..
bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia..
Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba
melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya..

Surat ini ku tujukan untuk ruh-ku..
dan ruh sahabat-sahabat tercintaku..
yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu..
serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati..
lalu di manakah kejujuran diletakkan?
Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih..
saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka..
saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia..
saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan..
Coba lihat disana!
Hatimu menangis dan meranakah?..

Surat ini ku tujukan untuk diriku..
dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong..
yang terkadang bangga pada dirinya sendiri..
Sungguh tiada satu pun yang membuat kita lebih di hadapan-Nya selain ketakwaan..
Padahal kita menyadari bahwa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati..
namun kita masih bergelut terus dengan kefanaan..

Surat ini ku tujukan untuk hatiku..
dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati..
saat tiada getar ketika asma Allah disebut..
saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja..
saat tiada rasa takut pada-Nya ketika maksiat dilakukan..
dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang lain..

Akhirnya surat ini ku tujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya..
meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam..
Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling.. memberikan keindahan Islam, yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya..
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agama-MU, pada taat kepada-Mu dan dakwah di jalan-Mu"..


____________
sumber : HALAWATUL IMAN.....
Inbox FB "wanita sholehah, tidak memandang dan tidak dipandang"

Selasa, 05 Oktober 2010

KARENA AKU CEMBURU…..!!


Bismillahirrahmanirrahim....

Kenapa bidadari cemburu kepada wanita sholeha,..???

Karena ternyata Mar’ah Sholehah lebih mulia dari bidadari surga, keunggulannya yang digambarkan Rosulullah sebagai kelebihan yang tampak atas sesuatu yang tidak terlihat.

Aku bertanya, “ Ya..Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia yang sholeha ataukah bidadari yang bermata jeli? ”

Beliau menjawab, “ Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. ” Aku bertanya, “ Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? ”. Beliau menjawab,” Karena sholat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih berseri, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka (Bidadari) berkata, “ Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. ” (HR Ath Thabrani, dari Ummu Salamah)

Inilah tangkai-tangkai cinderamata untuk para wanita sholeha yang mendamba surga…

Inilah mutiara-mutiara yang kemilaunya mempesonakan mata hingga membuat iri para bidadari yang bermata jeli itu dan para lelaki sholeh yang ingin menikahinya...

Inilah kuntum-kuntum bunga, yang harum wanginya melebihi wangi harum kesturi...

Duhai wanita sholehah kau kan menjadi idaman laki-laki sholeh karena pesonamu diatas pesona bidadari bermata jeli itu…

Tak salah sebuah kutipan kata dari `Aidh Al Qarni.... "Ku tanamkan didalamnya mutiara lalu..kubiarkan bersinar tanpa mentaridan berjalan tanpa rembulan. Kedua matanya adalah sihir dan keningnya laksana pedang India. Milik Allah-lah bulu mata, leher dan kulit yang dicelup merah".


Tidakkah kau ingin seperti Fatimah atas kesungguhannya menjaga kehormatan diri dan suami,..???

atau tidakkah kau inginkan seperti Khodijah atas kelembutannya dan keibuannya,..???

atau seperti Nusaibah binti Ka’ab seorang akhwat yang jago karate, yang melindungi Rasulullah ke manapun beliau bergerak dalam perang,..???

Tapi…bilakah ingin seperti ‘Aisyah yang suka bermanja dan ceria tentu.. tidaklah mengapa, atau seperti Hafshah yang tetap bisa membentak dan tertawa terbahak.. itupun tak apa-apa.

Banyak akhwat yang hanya menginginkan menjadi sosok seperti ‘Aisyah dan Khodijah, kenapa,..??? apa karena dua wanita Istimewa ini yang telah menjadi mujahidah terbaik bagi Rasulullah,..??? Ayo….tanyakan dalam hatimu,..????

Ukhti…janganlah konyol memaksakan diri menjadi orang lain dengan mengubah karaktermu. Tidakkah kau bangga atas Shibghah Allah atasmu,..????

Maka…. cukuplah warna yang menjadi karakter menghiasi pesona akhlaqmu.

“Shibghah Allah. Dan Siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan padaNya sajalah kami beribadah.” (Al-Baqarah 138).

Sungguh sesuatu yang kini membingkaimu (karakter dan akhlaq) adalah sesuatu yang indah yang Allah celupkan warna atasmu. Dan menjaganya untuk tetap menjadi mulia di manapun dan kapanpun adalah lebih baik.

Lagipula, selera mujahidmu nanti juga berbeda. Bukan begitu,..???

Tetaplah jadi dirimu, bila kau memiliki karakter layaknya Aisyah yang senang bermanja dan ceria, yang begitu cemburu dan tentu….. pandangannya tak pernah liar karena hanya menjaga pandangan untuk Rasulullah. Tetaplah itu menjadi ke-khas-anmu.

Duhai wanita sholehah, kau memang bukan bidadari tapi tidakkah kau inginkan agar bidadari cemburu padamu karena akhlaqmu yang begitu menawan hati?

Karena aku juga cemburu,.. karena akhlaq para shahabiyah yang kini telah menawan hatiku…

Karena aku begitu cemburu, karena ku inginkan rasa malu itu menjadi penghias akhlaq dan keimananku,.. yang menjadikan Khodijah, Aisyah, Fatimah, Hafsah dan shahabiyah yang lain lebih terjaga oleh rasa melebihi terjaganya seorang gadis dalam pingitan.

Sungguh kini…. aku benar-benar CEMBURU . . . . .

C.E.M.B.U.R.U padamu…

pada Ukhti Sholehah karena akhlaqmu yang begitu menawan itu

Karena Aku Cemburu…..


=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===
sumber : Inbox FB "Wanita sholehah tidak memandang dan tidak dipandang"
Bismillahir rahmanir rahiim.. Alhamdulillah puji syukur hanyalah milik Allah SWT, Dia dengan keMahaSempurnaan dalam setiap ciptaanNya telah memberikan akal, hati, rasa, raga, jiwa, ilmu, cinta, kasih sayang dan segala anugerah lainnya yang andaikan dihitung dan air laut dijadikan tinta untuk menulis semua karuniaNya PASTI nikmat Allah tak kan habis terlalu melimpah untuk kita..Sholawat dan salam semoga selalu tercurah untuk Rasulullah Khotimun Nabi Muhammad SAW, untuk keluarga, sahabat beserta para pengikutnya hingga akhir zaman..Mensyukuri segalanya mengisi hari demi hari dengan belajar memperbaiki setiap kekurangan dan keterbatasan diri dalam rangka beribadah mendekatkan diri pada Allah Pencipta Jagad Raya Alam Semesta untuk meraih kesuksesan hidup dunia akhirat..