Mencoba bersuara.. meski lisan kadang terdiam menahan gemuruh kata tanpa nyawa.. tersimpan berjuta kalimat dalam untaian bait kerinduan.. dan untukmu wahai hati dan rasa... dengarlah... renungkanlah... dan semoga puisi indah kehidupan kan menjadikanmu sanggup memetik ibrah (pelajaran) dan hikmah 'tuk rangkai diri menjadi pribadi yang lebih baik.... insyaAllah..~

Kamis, 26 Juli 2012

TELADAN MUSLIMAH


Pelajari......
Kesabaran dari Asiyah
 Loyalitas/kesetiaan dari Khadijah 
Kemurnian/kesucian dari Maryam 
Ketulusan dari Aisyah 
Keteguhan/ketabahan dari Fatimah

Bismillaah...
Walhamdulillaah...
Wa laa ilaaha illa Allah....
Wallaahu Akbar.....

Sungguh,,,sangat jauh diri yang dhoif ini dari meneladani wanita pewaris syurgaMu Yaa Robb..
Namun,,meski ku tak sanggup menjadi seperti mereka...
Ku pinta padaMu 'tuk selalu menuntun langkahku...
membimbing jiwaku yang sering rapuh...
Bantu hatiku 'tuk selalu terpaut denganMu..
Menyebut  namaMu di setiap hembusan nafasku...

Di bulan Ramadhan yang agung dan mulia ini...
Izinkan aku...
Dengan segenap keterbatasanku...
Mengejar CintaMu...
Memohon RidhoMu....
aamiin

_____________
By shouzyie
Bondowoso City; 26/07/2012 : 15.11
 

Jumat, 11 Mei 2012

Tabah menghadapi cobaan

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan tuntunan di dalam Al Quranul Karim, yang artinya :
“Dan sesungguhnya Kami akan mengujimu dengan sesuatu cobaan, seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah‑buahan. Namun gembirakanlah orang‑orang yang shabar. Yaitu orang‑orang yang bila di timpa malapetaka (musibah) diucapkannya “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Merekalah orang‑orang yang mendapat berkat dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka pulalah orang‑orang yang mendapat petunjuk”
(QS.2,Al‑Baqarah,ayat 155‑157).


Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan satu ketentuan yang amat pasti di dalam  kehidupan manusia yakni keyakinan akan adanya musibah disamping nikmat,  siang sesudah malam,  juga adanya rugi disamping laba, sakit dan senang, bahkan hidup dan mati. Sunnatullah ini akan di lalui secara bergantian.

Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan supaya manusia selalu menjaga kesehatan sebelum sakit datang, dan supaya senantiasa berhati‑hati sewaktu kaya karena miskin bisa mendera,dan selalu pula  berhati‑hati dikala  hidup sebelum mati datang menjelang, serta berhati‑hati pula sewaktu muda sebelum tua datang  menghadang. Begitulah bimbingan Agama Islam, yang pada hakekatnya menanamkan satu sikap hidup yang positif, yaitu “kehati‑hatian” serta berpantang menyerah. Setiap insan Muslim di ajarkan hidup di dalam sikap optimistis yang tinggi. Inilah ajaran agama yang haq.

Musibah, dalam pandangan agama adalah sesuatu padanan di dalam hidup. Di dalam musibah terkandung makna yang dalam artinya. Diantaranya mengingatkan kembali kepada manusia, bahwa dirinya berada di dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa, sebagai inti dari ajaran tauhid.
Musibah, tidak selamanya bernilai azab. Adakalanya hanya sebatas ujian belaka. Dan di balik ujian itu tersedia sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Matematika seperti ini kadang kala tidak terangkat oleh bingkai rasionil semata. Namun berada di dalam ‘wilayah’ keyakinan.

‘Asaa an takrahu  syai‑an wa huwa khairun lakum, wa ‘asaa an tuhibbu syai‑an wa huwa syarrun lakum. Wallahu a’lamu wa antum laa ta’lamun.
Artinya, mungkin saja, yang engkau benci itu di baliknya ada sesuatu yang paling engkau senangi. Dan mungkin pula di sebalik yang engkau senangi itu ada pula yang sangat engkau benci. Dan Allah semata yang Maha Tahu, sementara engkau sendiri tidak berpengetahuan (mengenai rahasia di balik semua peristiwa). Begitulah bimbingan wahyu Al Quran.

Musibah atau cobaan  dalam kehidupan seseorang atau kelompok masyarakat, sebenarnya mengandung ajakan untuk melakukan suatu koreksi (introspeksi). Bila pada masa sebelumnya terlakukan suatu kelalaian, maka sesudah itu harus tumbuh sikap kesungguhan   untuk memperbaiki situasi itu kearah yang lebih baik.
Dan bila pada masa‑masa sebelumnya yang tersua senyatanya hanya kebaikan, maka ada kewajiban meningkatkan kebaikan itu menjadi lebih sempurna. Sehingga dengan setiap kali datangnya musibah (ujian) manusia senantiasa meningkat taraf kedudukannya kepada suatu tingkat yang lebih tinggi.

Cobaan tidak menjadikan manusia berputus asa. Cobaan tidak semestinya menjadikan manusia hilang kepercayaan diri. Kepercayaan diri akan lenyap dikala manusia melupakan Tuhannya, serta membelakangi ajaran agamanya. Satu‑satunya benteng agama yang dianugerahkan untuk setiap manusia di dalam menghadapi musibah adalah sabar, yaitu tegar dan tabah, di iringi oleh segenap ikhtiar yang lebih baik dikemas dalam bekerja dan berdo’a. Segera kembali kepada Allah dengan mematuhi semua ajaran‑ajaran Nya, dan menjauhi setiap larangan‑Nya adalah hakekat sabar yang sebenarnya.

Semoga kita yang tertimpa musibah hari ini, dapat mengambil iktibar (pengajaran,contoh) yang mendalam dari bentuk cobaan Allah ini, supaya kita bersegera kembali kepada Nya, dan ber‑istighfar memohon ampun atas segala kesalahan baik yang di ketahui, ataupun yang tidak. Kembali beribadah, hidupkan fikiran dan gerakkan tenaga, cari apa yang di redhai Allah, supaya Allah senantiasa meredhai usaha‑usaha kita.
Sekali‑kali jangan berputus asa terhadap rahmat dan lindungan ALLAH. Begitulah hendaknya..
Aamiin.

Senin, 02 April 2012

KHADIJAH radhiallaahu anha


Ia adalah wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat mengikis kecintaan sang suami padanya. Panjangnya masa tidak dapat menghapus kenangan bersamanya di hati sang suami.
Bahkan sang suami terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang dinikahi sepeninggalnya. (Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)
Suatu hari istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain (yakni ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) berkata, “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebutnya.” (HR. Bukhari)
Ya, dialah Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushai. Dialah wanita yang pertama kali dinikahi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersamanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membina rumah tangga harmonis yang terbimbing dengan wahyu di Makkah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menikah dengan wanita lain sehingga dia meninggal dunia.
Saat menikah, Khadijah radhiyallahu ‘anha berusia 40 tahun sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berusia 25 tahun. Saat itu ia merupakan wanita yang paling terpandang, cantik dan sekaligus kaya. Ia menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tak lain karena mulianya sifat beliau, karena tingginya kecerdasan dan indahnya kejujuran beliau. Padahal saat itu sudah banyak para pemuka dan pemimpin kaum yang hendak menikahinya.
Ia adalah wanita terbaik sepanjang masa. Ia selalu memberi semangat dan keleluasaan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencari kebenaran. Ia sendiri yang menyiapkan bekal untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat beliau menyendiri dan beribadah di gua Hira’. Seorang pun tidak akan lupa perkataannya yang masyhur yang menjadikan Nabi merasakan tenang setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali yang pertama, “Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” (HR. Muttafaqun ‘alaih) (Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)
Pun, saat suaminya menerima wahyu yang kedua berisi perintah untuk mulai berjuang mendakwahkan agama Allah dan mengajak pada tauhid, ia adalah wanita pertama yang percaya bahwa suaminya adalah utusan Allah dan kemudian menyatakan keislamannya tanpa ragu-ragu dan bimbang sedikit pun juga.
Khadijah termasuk salah satu nikmat yang Allah anugerahkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mendampingi beliau selama seperempat abad, menyayangi beliau di kala resah, melindungi beliau pada saat-saat yang kritis, menolong beliau dalam menyebarkan risalah, mendampingi beliau dalam menjalankan jihad yang berat, juga rela menyerahkan diri dan hartanya pada beliau. (Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury di dalam Sirah Nabawiyah)
Suatu kali ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau menyebut-nyebut Khadijah, “Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita lain selain Khadijah?!” Maka beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Khadijah itu begini dan begini.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat Ahmad pada Musnad-nya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “begini dan begini” adalah sabda beliau, “Ia beriman kepadaku ketika semua orang kufur, ia membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku, ia melapangkan aku dengan hartanya ketika semua orang mengharamkan (menghalangi) aku dan Allah memberiku rezeki berupa anak darinya.” (Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)
Karenanya saudariku muslimah, jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu maka sertailah dia dalam mencintai dan menegakkan agama Allah, sertailah dia dalam suka dan dukanya. Jadilah engkau seperti Khadijah hingga engkau kelak mendapatkan apa yang ia dapatkan. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Jibril mendatangi nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, inilah Khadijah yang datang sambil membawa bejana yang di dalamnya ada lauk atau makanan atau minuman. Jika dia datang, sampaikan salam kepadanya dari Rabb-nya, dan sampaikan kabar kepadanya tentang sebuah rumah di surga, yang di dalamnya tidak ada suara hiruk pikuk dan keletihan.
Saudariku muslimah, maukah engkau menjadi Khadijah yang berikutnya?

***
Penyusun: Ummu Abdirrahman | Muroja’ah: ustadz Abu Salman
Artikel muslimah.or.id
Publikasi: pusatmotivasi.com
__________
sumber : http://www.fiqhislam.com

Rabu, 15 Februari 2012

OBAT FUTUR



Pasti semua dari kita pernah atau bahkan sering mengalami futur, eh tapi futur itu apa sih? futur itu penyakit lemah iman, bagi para aktivis ketika kesibukan merenggang pasti gampang banget deh futur, trus gimana kalo futur itu sudah menyerang? apa kita diam aja? 
Nih ada obatnya buat nyembuhin masalah Futur...
Sebuah nasihat yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud r.a
Pada suatu ketika datanglah seseorang kepada sahabat rosululloh yang bernama Ibnu mas'ud r.a untuk meminta nasehat,katanya :

"Wahai Ibnu Mas'ud , berilah nasehat yang dapat ku jadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram,jiwaku gelisah dan fikiranku kusut; makan tidak enak,tidur tidak nyenyak.apa yang harus aku lakukan ?

Maka Ibnu Mas'ud menasehatinya :

" Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu

1. ke tempat orang membaca Qur'an, engkau baca Qur'an itu atau engkau dengar baik baik orang yang membacanya

2.pergi ke Majlis Pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah ( majlis Dzikir )

3.cari waktu dan tempat yang sunyi untuk berkhalwat menyembah Allah, di malam buta ketika orang sedang nyenyak tidur, bangun dan sholat malamlah , mohon pada Allah ketenangan jiwa dan ketentraman fikiran dan kemurnian hati.

Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan ke tiga cara ini, maka mintalah kepada Allah, agar di beri NYA hati yang lain, sebab hati yang kau pakai itu bukan lagi hatimu.

tersebutlah setelah mendengar nasehat Ibnu Mas'ud , orang tersebut kembali ke rumahnya, berwudlu, lalu membuka Al Qur'an dan membacanya dengan khusyu'.

selesai membaca Qur'an berubahlah hatinya kembali menjadi tentram.

Namun terkadang, jiwa kita tidak cukup hanya dengan satu langkah saja, perlu langkah ke tiganya untuk mengembalikan hati menjadi tentram, bahkan tidak cukup dengan membaca saja, perlu di tambah dengan meresapi kandungannya.

 Nah itu kan cara untuk ngobatin, sekarang pencegahannya, kan kata pepatah mencegah itu lebih baik daripada mengobati..


Berikut ini ada beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan....

1. Anggaplah besar dosamu
 
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata, ''Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung
tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa)
dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.''

2. Janganlah meremehkan dosa

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Janganlah kamu
meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu
seseorang datang membawa ranting dan seorang lainnya lagi datang membawa
ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Kapan saja orang yang
melakukan suatu dosa menganggap remeh suatu dosa, maka itu akan
membinasakannya.'' (HR. Ahmad dengan sanad yang hasan)

3. Janganlah mujaharah (menceritakan dosa)

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Semua umatku dimaafkan
kecuali mujahirun (orang yang berterus terang). Termasuk mujaharah ialah
seseorang yang melakukan suatu amal (keburukan) pada malam hari kemudian
pada pagi harinya ia membeberkannya, padahal Allah telah menutupinya, ia
berkata, 'Wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan demikian dan
demikian'. Pada maalm hari Tuhannya telah menutupi kesalahannya tetapi
pada pagi harinya ia membuka tabir Allah yang menutupinya.'' (HR.
Bukhari dan Muslim)

4. Taubat nasuha yang tulus

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Allah lebih bergembira
dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat daripada seorang di antara
kamu yang berada di atas kendaraannya di padang pasir yang tandus.
Kemudian kendaraan itu hilang darinya, padahal di atas kendaraan itu
terdapat makanan dan minumannya. Ia sedih kehilangan hal itu, lalu ia
menuju pohon dan tidur di bawah naungannya dalam keaadaan bersedih
terhadap kendaraannya. Saat ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba
kendaraannya muncul di dekatnya, lalu ia mengambil tali kendalinya.
Kemudian ia berkata, karena sangat bergembira, 'Ya Allah Engkau adalah
hambaku dan aku adalah Tuhanmu'. Ia salah ucap karena sangat
bergembira''. (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Jika dosa berulang, maka ulangilah bertaubat

Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata, ''Sebaik-baik kalian adalah
setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi bertaubat.'' ditanyakan,
'Jika ia mengulangi lagi?' Ia menjawab, 'Ia beristighfar kepada Allah
dan bertaubat.' Ditanyakan, 'Jika ia kembali berbuat dosa?' Ia menjawab,
'Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat.' Ditanyakan, 'Sampai
kapan?' Dia menjawab, 'Sampai setan berputus asa.'''

6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan

Orang yang bertaubat harus menjauhi situasi dan kondisi yang biasa ia
temui pada saat melakukan kemaksiatan serta menjauh darinya secara
keseluruhan dan sibuk dengan selainnya.

7. Senantiasa beristighfar

Saat-saat beristighfar:

a. Ketika melakukan dosa

b. Setelah melakukan ketaatan

c. Dalam dzikir-dzikir rutin harian

d. Senantiasa beristighfar setiap saat

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam beristighfar kepada Allah dalam
sehari lebih dari 70 kali (dalam hadits lain 100 kali).

8. Apakah anda berjanji kepada Allah untuk meninggalkan
kemaksiatan?

Tidak ada bedanya antara orang yang berjanji kepada Allah (berupa nadzar
atas tebusan dosa yang dilakukannya) dengan orang yang tidak
melakukannya. Karena yang menyebabkan dirinya terjerumus ke dalam
kemjsiatan tidak lain hanyalah karena panggilan syahwat (hawa nafsu)
lebih mendominasi dirinya daripada panggilan iman. Janji tersebut tidak
dapat melakukan apa-apa dan tidak berguna.

9. Melakukan kebajikan setelah keburukan

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Bertakwalah kepada
Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebajikan
maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta
perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik.'' (HR. Ahmad dan
Tirmidzi. Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih)

10. Merealisasikan tauhid

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Allah 'Azza wa Jalla
berfirman, 'Barangsiapa yang melakukan kebajikan, maka ia mendapatkan
pahala sepuluh kebajikan dan Aku tambah dan barangsiapa yang melakukan
keburukan keburukan, maka balasannya satu keburukan yang sama, atau
diampuni dosanya. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka
Aku mendekat kepadanya sehasta dan barangsiapa yang mendekat kepada-ku
sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; barangsiapa yang datang
kepada-ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari.
Barangsiapa yang menemui-Ku dengan dosa sepenuh bumi tanpa menyekutukan
Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku menemuinya dengan maghfirah yang
sama.'' (HR. Muslim dan Ahmad)

11. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik

a. Persahabatan dengan orang-orang baik adalah amal shalih

b. Mencintai orang-orang shalih menyebabkan sesorang bersama mereka,
walaupun ia tidak mencapai kedudukan mereka dalam amal

c. Manusia itu ada 3 golongan

i. Golongan yang membawa dirinya dengan kendali takwa dan mencegahnya
dari kemaksiatan. Inilah golongan terbaik.

ii. Golongan yang melakukan kemaksiatan dalam keadaan takut dan
menyesal. Ia merasa dirinya berada dalam bahaya yang besar, dan ia
berharapa suatu hari dapat berpisah dari kemaksiatan tersebut.

iii. Golongan yang mencari kemaksiatan, bergembira dengannya dan
menyesal karena kehilangan hal itu.

d. Penyesalan dan penderitaan karena melakukan kemaksiatan hanya dapat
dipetik dari persahabatan yang baik

e. Tidak ada alasan untuk berpisah dengan orang-orang yang baik

12. Jangan tinggalkan da'wah
Said bin Jubair berkata, ''Sekiranya sesorang tidak boleh menyuruh
kebajikan dan mencegah dari kemungkaran sehingga tidak ada dalam dirinya
sesuatu (kesalahanpun), maka tidak ada seorangpun yang menyeru kepada
kebajikan dan mencegah dari kemungkaran.'' Imam malik berkomentar, ''Ia
benar. Siapakah yang pada dirinya tidak ada sesuatupun (kesalahan).''

13. Jangan cela orang lain karena perbuatan dosanya
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam menceritakan kepada para shahabat
bahwasanya seseorang berkata, ''Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni
si fulan.'' Allah swt berkata, ''Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku
bahwa Aku tidak mengampunh si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni
dosanya dan Aku telah menghapus amalmu.'' (HR. Muslim).
[Disadur secara ringkas dari buku 13 Penawar Racun kemaksiatan
terjemahan dari kitab Sabiilun najah min syu'mil ma'shiyyah)
karangan Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy, terbitan Darul Haq, Jakarta]
dan pada akhirnya, semoga kita semua selalu dikuatkan dan di istiqomahkan dalam tiap langkah perjuangan kita..
"Karena dalam setiap fase dakwah, selalu ada pejuang-pejuang dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran niscaya Allah akan menguatkan, namun jika mereka lelah karena urusan dunia, maka akan ada banyak pejuang lain yang siap menggantikan"
________________________
http://jejaklangkahperjuangan.blogspot.com

Rabu, 18 Januari 2012

Kupu Kupu


Suatu hari ada seorang anak laki laki sedang memperhatikan sebuah kepompong.. Dan ternyata didalamnya ada kupu kupu yang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari dalam kepompong dan kelihatannya begitu sulitnya. Si anak laki laki tersebut merasa kasihan pada si kupu kupu dan berpikir cara utk membantu si kupu2 agar bisa keluar dg mudah. Akhirnya si anak laki laki tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu memotong kepompong agar kupu kupu bisa segera keluar dari sana.  Alangkah senang dan leganya si anak laki laki tersebut.

Tetapi apa yang terjadi ???

Si kupu kupu memang bisa keluar dari sana. Tetapi kupu kupu tsb tidak dapat terbang, hanya dapat merayap. Apa sebabnya???  Ternyata bagi seekor kupu kupu yang sedang berjuang dari kepompongnya, pd saat dia mengerahkan seluruh tenaganya, ada suatu cairan didalam tubuhnya yang mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya yang  membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi karena tidak ada lagi perjuangan maka sayapnya tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu kupu yang hanya dapat merayap.

Kadangkala good intention, niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yg baik.

Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering membantu mereka karena kasihan atau rasa sayang, tapi sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri. Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang. Memandulkan kreativitas, karena kita tidak tega melihat mereka mengalami kesulitan, yang sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, justru menjadi KUAT.

Demikian juga pd saat kita sedang harus berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain, berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuanmu.

Hidup penuh dgn PERJUANGAN......!!!

Sering kali juga kita sering menyalahkan situasi yang kita hadapi, tapi ternyata situasilah yang mendewasakan kita !!!!

Selasa, 10 Januari 2012

Ibu......................!!!!!!

IBU
kado istimewa bagi kaum hawa ketika dipanggil ibu
Seorang anak kecil yang tertatih dengan terbata memanggil ibu
Ibu mana yang tak senang jika putra putrinya senantiasa memanggil ibu dengan penuh kasih sayang
Ibu mana yang tak senang jika putra putrinya senantiasa patuh dalam kebaikan
Ibu mana yang tak senang jika putra putrinya senantiasa taat kepada Yang Maha Kuasa
Ibu mana yang tak senang jika putra putrinya tumbuh dewasa dengan jati dirinya
Ibu akan bahagia melihat kita tumbuh dewasa dengan impian yang kita punya
Ibu akan senang jika putra putrinya penyayang dan penuh tanggung jawab
Tak cukupkah kita ditimang siang dan malam
Tak cukupkah kita senantiasa disayang dan diperhatikan
Tak cukupkah kita merasa beruntung karena telah memiliki ibu
Nasihatnya bukan ancaman, nasihatnya bukan kebencian,
Nasihatnya adalah ketulusan hati untuk menjadikan hidup kita mandiri dan mensyukuri
Hati seorang ibu akan ikut menangis kala sang buah hati menangis
Hati seorang ibu akan ikut terluka kala sang buah hati terluka
Hati seorang ibu akan remuk redam kala amarah sang buah hati tak bisa dipendam
Hati seorang ibu akan runtuh kala sang buah hati tak patuh
Hati seorang ibu akan sakit kala keinginan sang buah hati tak terturuti
Keadaan bukanlah pilihan, tapi keadaan adalah kenyataan hidup yang harus dijalankan dengan perbaikan-perbaikan
Tak ingin kah kita membuat ibu senantiasa tersenyum?
Bukan keangkuhan yang ditorehkan, tapi kesederhanaan dalam menyikapi harta titipan
Bukan amarah yang dihadapkan, tapi kesabaran akan ujian dan kenikmatan
Bukan penyesalan yang diluapkan, tapi indahnya mensyukuri kebersamaan
Waktu akan terus berlalu
Sedetik pun kita tak akan bisa kembali
Namun apapun kekurangan yang telah lalu
Masih bisa kita perbaiki
Dengan terus memandang kebaikan, dengan terus melatih diri dengan kesabaran, dengan terus mendekat kepada Sang Pencipta, karena kita sepenuhnya milikNya
Ibu senantiasa berusaha memahami kita, pahamkah kita?
Ibu senantiasa berbuat semaksimal mungkin membahagiakan kita, maksimalkah kita?
Ibu senantiasa bersyukur telah memiliki kita, bersyukurkah kita?
Ibu senantiasa berdoa tanpa kita minta, mendoakankah kita?
Ibu senantiasa lebih dulu memberi maaf tanpa kita sadar, sadarkah kita?
Ibu senantiasa rindu tanpa kita tahu, rindukah kita?
Ibu senantiasa mengkhawatirkan dan mencemaskan kita, khawatirkah kita dengan kecemasan beliau?
Ibu senantiasa memberi tanpa mengharap imbalan, lalu apa yang kita berikan?
Bukan harta namun cinta,
Bukan jabatan namun kemandirian,
Bukan belas kasihan namun kasih sayang,
Bukan ditakuti namun dihormati,
Menjadi orang yang berguna dan tumbuh menjadi anak yang soleh dan sholehah,
Ibu pun dengan setia berada disamping kita, hingga entah kapan akan selalu ada
Ibu pun akan selalu mendoakan kita, hingga Sang Pencipta mengambilnya
Ibu…. Ibu….. Ibu…..
Tak akan pernah tahu sampai kapan kita bisa memanggil ibu………..
Ibu….
Untuk adekku tersayang,
Untuk adekku yang akan tumbuh menjadi pribadi yang santun dan sederhana
Untuk adekku yang berjiwa besar dan penuh kasih sayang
Untuk adekku yang akan menjaga ibu dan bapak dengan sepenuh hati
Untuk adekku yang pemaaf dan lembut hatinya
Untuk adekku yang selalu berani membela kebenaran bukan keegoisan
Untuk adekku yang akan bersemangat dengan impiannya
Untuk adekku yang akan selalu mengingat tujuan hidup, bahwa kita milikNya, karena kehidupan hanyalah sementara
Untuk adekku yang akan selalu berusaha memperbaiki diri....._

________________________
sumber : https://chocolateva.wordpress.com
Bismillahir rahmanir rahiim.. Alhamdulillah puji syukur hanyalah milik Allah SWT, Dia dengan keMahaSempurnaan dalam setiap ciptaanNya telah memberikan akal, hati, rasa, raga, jiwa, ilmu, cinta, kasih sayang dan segala anugerah lainnya yang andaikan dihitung dan air laut dijadikan tinta untuk menulis semua karuniaNya PASTI nikmat Allah tak kan habis terlalu melimpah untuk kita..Sholawat dan salam semoga selalu tercurah untuk Rasulullah Khotimun Nabi Muhammad SAW, untuk keluarga, sahabat beserta para pengikutnya hingga akhir zaman..Mensyukuri segalanya mengisi hari demi hari dengan belajar memperbaiki setiap kekurangan dan keterbatasan diri dalam rangka beribadah mendekatkan diri pada Allah Pencipta Jagad Raya Alam Semesta untuk meraih kesuksesan hidup dunia akhirat..