Mencoba bersuara.. meski lisan kadang terdiam menahan gemuruh kata tanpa nyawa.. tersimpan berjuta kalimat dalam untaian bait kerinduan.. dan untukmu wahai hati dan rasa... dengarlah... renungkanlah... dan semoga puisi indah kehidupan kan menjadikanmu sanggup memetik ibrah (pelajaran) dan hikmah 'tuk rangkai diri menjadi pribadi yang lebih baik.... insyaAllah..~

Selasa, 25 Januari 2011

Doa-Doa Rasulullah


Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Subhanahu wata’ala. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah Ta’ala dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. Doa merupakan tanda Ubudiyah (penghambaan diri secara totalitas kepada Allah Ta’ala). Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia. Di dalam ibadah doa terkandung pujian terhadap Allah Ta’ala. Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Allah Ta’ala. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa.

Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:

“Ya Allah, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.” (HR. Muslim)
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.” (HR. Abu Daud)

Demikian pula doa berikut ini:
“Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, per-kayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)

Di antara permohonan beliau kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala :
“Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

____________________

Di cuplik dari :

Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

By : Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim

Senin, 17 Januari 2011

UKHTIE... MERINDING AKU MENDENGAR KATA2 ITU DARI LISANMU


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh...
Apa kabar Habibillah rohimakumullah... bagaimana suasana Hati dan Iman hari ini...
Semoga Allah senantiasa Memberkahi dan Merahmati kita dan membantu kita untuk bisa selalu Istiqomah di jalan-NYA ini, Insya Allah...
Insya Allah Allahuma Amiin



=== ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ===


Terkadang kita (para akhwat) tak menyadari ketika sedang membicarakan seorang saudari, tercetuslah nada sinis, “ Jilbabnya pendek ”, “ Dia suka baca-baca tentang filsafat ”, “ Kalau ngomong sama dia itu harus dengan keras juga karena kalau lembut nanti nggak didengerin ”.

Ukhti, merinding aku mendengar kata-kata itu dari lisanmu

Seolah jilbabnya menghalangimu pandanganmu dari hatinya. Apakah kau bercermin ketika membicarakan aibnya,..??? Apakah engkau tak pikir persepsi akhwat lain yang mendengar ceritamu tentangnya,..??? Engkau tahu ukuran jilbabnya tapi pernahkah kau melihat sorot matanya ketika menggambarkan dakwah,..??? Bagaimana getaran suaranya yang begitu penuh haru. Engkau menghafal Qur’an ukhti, namun begitu fasih menggibah akhwat yang berbeda harokah denganmu, tilawahmu berjuz-juz tapi senang memperolok-olok kelemahan saudarimu. Ia memang membaca filsafat, tak sepertimu, yang senang dengan film dan artis Korea. Engkau menilai seorang akhwat sinis karena ia lebih suka mengatakan kebenaran daripada harus bermanis menjerumuskan, sedangkan engkau, lebih suka membicarakan saudarimu di belakang dengan alasan tidak bisa menyampaikannya atau bahkan kau ungkap di forum sehingga ia tak berkutik lagi menghadapimu yang memojokkannya. Engkau tak suka akhwat yang bersikap “dingin” karena menjaga diri, namun engkau,..??? Tertawa lepas di depan ikhwan. lantas, ketika ia jatuh tersungkur, dengan mudah kau berkata,

“ memang sudah sunnatullahnya, hanya orang-orang yang punya niat lurus yang akan bertahan di jalan ini ”

Mungkin saat ini ia yang terpelanting, namun siapa menjamin kita akan tegak di jalan ini selamanya,..??? sadarkah bahwa hal-hal sederhana semacam ini yang menjadikan imej kita tak seperti yang diharapkan. pun tak perlu sampai kau berkata, “ Udahlah, nggak usah dengerin apa kata orang, kita kan nggak mungkin memaksa mereka merubah persepsi mereka ke kita. ” Memang ukhti, tidak mudah merubah persepsi orang lain terhadap kita tetapi kita lah yang perlahan merubah kebiasaan, sesuatu yang kadang luput dari pandangan kita. ana yakin ukhti, ini merupakan suatu perkara yang mudah untuk dirubah.

Sabda Rasulullah

“ Katakanlah kebenaran meskipun pahit ”

“ Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam…”

( HR Bukhari Muslim )

Jalan da’wah ini memang akan Allah bersihkan dari orang-orang yang punya niat selain daripadaNya. Namun, sisi manusiaku berkata, “ punyakah kita alasan untuk menahan hati mereka jika sampai mereka terluka,..??? ” kita ini orang-orang terasing ukhti. Orang-orang yang memilih pengorbanan sebagai jalan hidup. Jangan sampai kita turut mengasingkan saudara-saudari kita hanya karena mereka tak “ serupa ” dengan kita atau pun dengan mudahnya menilai mereka padahal ta'aruf kita pun belum sempurna dengannya.

“ Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan) . ”

( QS AL-Hujuraat : 11 )

Afwan jiddan ukhti, ana tahu ini pun bukan cara yang bijak untuk mengungkapkannya. Hanya saja fenomena ini tak hanya terjadi sekali dua dan tak hanya di satu dua tempat. terkadang mata kita tertutup akan kepedulian terhadap saudari-saudari kita ketika sedang lelah-lelahnya berjuang sehingga sulit bagi kita untuk mengedepankan husnuzhon.

Semoga ilustrasi tersebut dapat dijadikan hikmah

Semoga Allah Mengampuni kita serta Melembutkan dan Menguatkan hati kita kepada saudara/i kita seaqidah hingga kita mampu mencari 1001 alasan untuk berhusnuzhon kepadanya kita sembari membantunya berdiri dengan ahsan di kala ia terjatuh.

Wallahu a’lam bish showab.

Kebenaran dan kebaikan berasal dari Allah pun kembali kepadaNya

“ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ”
( QS An Nahl : 125 )


silahkan baca kelanjutan kisah'na di note http://www.facebook.com/notes/wanita-solehah-tidak-memandang-tidak-dipandang/ukhti-merinding-aku-mendengar-kata-kata-itu-dari-lisanmu/179281102103657


=====

Untuk saudara-saudaraku akhwat...bukannya bermaksud untuk menjadi sok tahu atau su'udzon pada ukhti tapi seandainya ternyata begitu banyak saudara-saudara Muslimah kita yang lainnya yang sebenarnya ingin bertaubat, ingin hijrah, ingin lebih tahu tentang agamanya namun malu karena seperti adanya "ke-eksklusif-an" (afwan..bila ada yang tersinggung) kita sehingga membuat mereka merasa rendah diri, terkucil dan akhirnya "mundur" karen merasa gak pantas bergaul dengan akhwat-akhwat sekalian...sungguh itu adalah hal yang sangat menyedihkan. Tolonglah rangkul saudara-saudara Muslimah kita yang lain mungkin saja hidayah Allah datang melalui ukhti.

=====

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....


Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas
semuanya milik bersama..

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik
✩ B uang yang buruk
✩ C iptakan yang baru


Salam Da'wah wa Salam Ukhuwah
Keep Istiqomah wa HAMASAH
Barakallahufiikum.semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

^_senyum_^
Bismillahir rahmanir rahiim.. Alhamdulillah puji syukur hanyalah milik Allah SWT, Dia dengan keMahaSempurnaan dalam setiap ciptaanNya telah memberikan akal, hati, rasa, raga, jiwa, ilmu, cinta, kasih sayang dan segala anugerah lainnya yang andaikan dihitung dan air laut dijadikan tinta untuk menulis semua karuniaNya PASTI nikmat Allah tak kan habis terlalu melimpah untuk kita..Sholawat dan salam semoga selalu tercurah untuk Rasulullah Khotimun Nabi Muhammad SAW, untuk keluarga, sahabat beserta para pengikutnya hingga akhir zaman..Mensyukuri segalanya mengisi hari demi hari dengan belajar memperbaiki setiap kekurangan dan keterbatasan diri dalam rangka beribadah mendekatkan diri pada Allah Pencipta Jagad Raya Alam Semesta untuk meraih kesuksesan hidup dunia akhirat..