Mencoba bersuara.. meski lisan kadang terdiam menahan gemuruh kata tanpa nyawa.. tersimpan berjuta kalimat dalam untaian bait kerinduan.. dan untukmu wahai hati dan rasa... dengarlah... renungkanlah... dan semoga puisi indah kehidupan kan menjadikanmu sanggup memetik ibrah (pelajaran) dan hikmah 'tuk rangkai diri menjadi pribadi yang lebih baik.... insyaAllah..~

Jumat, 25 Maret 2011

DARIMANA KEBENCIAN ITU BERASAL?

............................

Jika ditanya darimana kebencian itu berasal. Bukankah jawabannya mudah saja? Darimu. Kebencian adalah apimu. Yang membakar dirimu dan orang di sekitarmu. Bahkan orang-orang yang kau sayangi. Api ini membakar semuanya menjadi abu. Dan bahan bakar utamanya adalah rasa egoistismu yang hanya melihat pada perbedaan dan bukan pada persamaan yang ada di antara semua dan Semesta.

Semakin besar tingkat keterpisahanmu dengan Semesta (bisa diterjemahkan juga dengan Tuhan), semakin dalam dan luas kebencian itu. Penyebabnya adalah sebuah konsepsi yang salah tentang dirimu. Dirimu, bukanlah sebuah entitas mandiri yang mempunyai relatif keberjarakan dengan sesama. Tidak. Dirimu adalah diriku, dirinya dan juga semesta. Ada sebuah benang laba-laba tak kasat mata yang menghubungkan kita semua. Benang itulah yang kerap dinamakan Cinta. Karenanya, jika kau sakit, bukankah dia juga merasakannya? Bukankah ia juga – sama seperti dirimu – sedang berjuang untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang sama?

Kebencian, kesedihan, kegembiraan, semangat, cinta dan airmata semua berasal darimu. Engkau yang memberi makna bagi berbagai hal yang terjadi di dalam dirimu. Dalam hatimu, Semesta bercermin. Dan apa yang akan dilihat-Nya? Sebuah semesta lain dimana Cinta mendapat penolakan. Sebuah semesta dimana Cinta tidak mendapat ruang dan waktu yang sewajarnya. Semua tampak begitu suram, gelap dan mengerikan.

Di lain sisi, kebencian juga berasal dari perasaan adanya kekurangan. Perasaan bahwa orang lain tidak menganggap dan tidak memberikan berbagai keistimewaan yang seharusnya kau terima. Kecewa terhadap hal ini, kau membenci. Sama seperti kebencian Kabil terhadap Habil karena merasa Adam AS sebaiknya lebih mengistimewakannya .

Pada akhirnya, engkau tidak dapat melarikan diri dari dirimu.

Karena itu, berubahlah. Lihatlah dengan hatimu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih luas dari apa yang kau kira. Sesuatu yang menurut kita musibah hari ini, boleh jadi menjadi sumber hikmah dan pertolongan di masa depan. Kita tidak pernah tahu. Dan dalam ketidaktahuan itu kita berlindung. Kita percaya bahwa hanya Dia yang mengetahui apa yang ada di belakang dan di depan kita. Dan Dia sungguh mengetahui kondisi dan apa yang paling dibutuhkan olehmu saat ini.

Tahukah, jalan hidup seorang manusia bernama Muhammad? Ia ditinggal pergi oleh semua yang melindungi dan mencintainya. Kedua orangtuanya, bahkan paman dan isteri yang dicintai. Betapa sulit dan menyakitkan itu semua. Tetapi apakah ia berpaling dari-Nya? Tidak. Semua itu menambah tebal keimanan dan ketegaran dirinya. Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan itu: “Tanda bahwa Rasulullah ditinggal oleh orang-orang yang dekat dengannya, adalah agar ia dididik langsung oleh-Nya”.

Egoisme, kebencian dan rasa penting diri hanya bisa dihadapi dengan ego yang sehat, pemaafan dan kerendahan hati. Tutuplah masa lalu. Nikmatilah hari ini. Karena engkau berhak untuk berbahagia. Dan karena hanya hari inilah yang kita punya. Masa lalu hanya mimpi. Dan masa depan hanyalah sesuatu yang tak pasti. Genggam erat hari ini. Dan tersenyumlah.

Kita mendapat kebahagiaan dengan memberikan kerja keras hari ini,
Kita mendapat senyum orang lain dengan memberi senyum yang kita punyai,
Kita mendapat pertemanan dengan memberikan perhatian dan rasa ini,
Kita melepaskan ke-kita-an, karena hanya ada Yang Satu di dunia sana dan kini.


___________________________

sumber : [http://bisma.wordpress.com]

2 komentar:

_J@LI mengatakan...

SUBHANALLAH
MOHON IJIN NGOPI YO MBA'

shouzyie mengatakan...

silahkan sahabatku...^^

Bismillahir rahmanir rahiim.. Alhamdulillah puji syukur hanyalah milik Allah SWT, Dia dengan keMahaSempurnaan dalam setiap ciptaanNya telah memberikan akal, hati, rasa, raga, jiwa, ilmu, cinta, kasih sayang dan segala anugerah lainnya yang andaikan dihitung dan air laut dijadikan tinta untuk menulis semua karuniaNya PASTI nikmat Allah tak kan habis terlalu melimpah untuk kita..Sholawat dan salam semoga selalu tercurah untuk Rasulullah Khotimun Nabi Muhammad SAW, untuk keluarga, sahabat beserta para pengikutnya hingga akhir zaman..Mensyukuri segalanya mengisi hari demi hari dengan belajar memperbaiki setiap kekurangan dan keterbatasan diri dalam rangka beribadah mendekatkan diri pada Allah Pencipta Jagad Raya Alam Semesta untuk meraih kesuksesan hidup dunia akhirat..